Super Food
undefined
undefined
Dewasa ini, kondisi lingkungan jadi kian tidak bersahabat dengan kesehatan tubuh, cuaca buruk yang mempengaruhi kondisi tubuh yang rentan karena aktivitas padat , tak jarang menyebabkan kesehatan menjadi menurun. Salah satu cara untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh, tentu saja perlu adanya asupan nutrisi yang baik agar tidak rentan terserang penyakit. Kondisi kesehatan seseorang juga sangat berhubungan erat dengan pola makannya. Jika cermat dalam memilih makanan yang dimakan, tentu imbalannya adalah kesehatan dan juga awet muda. Jika salah dalam memilih makanan, tubuh sendiri akan jadi tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
Penampakan lebih tua tersebut disebabkan oleh bayaknya radikal bebas yang berhilir mudik dalam tubuh. Radikal bebas adalah molekul oksigen yang tidak stabil karena telah kehilangan elektron. Karena telah kehilangan pasangan molekulnya, maka sang molekul berusaha untuk menstabilisasi diri dengan cara mencari elektron untuk dijadikan pasangannya dari berbagai sumber. Tak jarang pencurian elektron dari sel tubuh menjadi kegiatan rutin sang molekul tak stabil tersebut. Dampak dari pencurian ini adalah melemahnya struktur sel dan penuaan sel-sel pun jadi lebih cepat terjadi. Untuk melawan proses tersebut, yang dibutuhkan adalah antioksidan yang bertugas menetralisir sang molekul ‘jomblo’ yang bergentayangan dalam tubuh. Sebenarnya tubuh juga memproduksi antioksidan untuk menjaga radikal bebas agar tidak merajalela. Antioksidan ini berbentuk enzim dan non-enzim. Yang berupa enzim yaitu superoksida dismutase, glutation peroksidase, dan katalase. Sedangkan non-enzim adalah senyawa glutation. Dalam pekerjaannya menetralkan radikal bebas, antioksidan tubuh tersebut membutuhkan bantuan antioksidan yang berasal dari luar tubuh yang didapatkan dari makanan. Bahan antioksidan alami bisa didapat dari zat gizi yaitu vitamin A, C, E, Riboflavin, karotenoid, seng, mangan, tembaga dan selenium; dan zat non-gizi yaitu senyawa polifenol dan tannin yang semuanya bisa didapatkan dari banyak bahan sayur dan buah. Namun, ada kalanya saat tubuh mengalami stres oksidatif seperti luka bakar, infeksi yang luas, aktivitas fisik berat, stres berat, merokok, sering terkena polusi, terpapar sinar matahari secara berkala atau memiliki komposisis radikal bebas yang lebih banyak, antioksidan dari makanan saja tidak cukup untuk menangkis serangan radikal bebas, saat itulah dibutuhkan bantuan suplemen antioksidan.
Kita bisa menemukan bahan antioksidan dari berbagai macam makanan berikut ini.
KEDELAI

BAWANG PUTIH
Tumbuhan yang bernama latin Allium sativa ini dikenal sebagai antibiotik yang efektif membunuh beberapa jenis virus, bakteri dan jamur. Bawang putih juga mampu membantu tubuh untuk mendetoks dirinya sendiri terhadap beberapa penyakit tertentu yang disebabkan oleh logam berat. Mencampurkan 1 siung bawang putih dalam masakan, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sebanyak 9% dengan syarat masakan tersebut bukan masakan yang berlemak tinggi. Bawang putih juga dapat menurunkan tekanan darah dengan cara membuat arteri darah menjadi lebih lunak dan fleksibel serta mencegah pembekuan darah abnormal. Kandungan Fructo-oligosaccharidanya akan membantu pertumbuhan bakteri baik dalam usus.
SAYURAN HIJAU, BOKCHOY, KUBIS, dan LOBAK

JAMUR
Jamur memiliki efek meningkatkan kekebalan tubuh sehingga dapat membantu mengurangi resiko penyakit kanker, meningkatkan kesehatan jantung, dan membuat awet muda.

Jamur Reishi : Dapat melawan infeksi serta secara tradisional biasa digunakan untuk pengobatan penyakit jantung, dapat menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol.
Jamur Maitake : Dapat menurunkan tekanan darah dan membantu mengontrol gula darah pada penderita diabetes.
BERBAGAI JENIS JERUK

BAYAM
Makanan favorit Popeye sang pelaut ini mengandung banyak zat antioksidan yang dapat membabat radikal bebas. Walau disebut-sebut sebagai sayuran yang banyak mengandung zat besi, ternyata bayam bukan sumber zat besi yang baik. Hal ini dikarenakan bayam mengandung asam oksalat yang mengikat zat besisehingga hanya krang dari 5% kandungan zat besi bayam yang bisa diserap oleh tubuh.
TEMPE

CABAI
Capsaicin, senyawa dalam cabai yang memberi rasa pedas merupakan antioksidan yang berfungsi melindungi DNA dan melawan zat karsinogen penyebab kanker. Cabai juga banyak mengandung vitamin C dan dapat menjadi dekongestan alami yang dapat melegakan hidung tersumbat dan sebagai ekspektoran alami untuk melancarkan pengeluaran lendir dari tenggorokan.
ALMOND

Penelitian yang dilakukan oleh New England Medical Centre di Boston Amerika menunjukkan responden yang mendapat bakteri baik lactobacillus acidophilus yang didapat dari yoghurt setiap hari selama 1 bulan, mengalami penurunan pertumbuhan bakteri jahat dalam usus mereka hingga setengahnya. Penelitian lain juga menujukkan bahwa bakteri-bakteri tersebut juga mampu melawan zat-zat kanker yang terkandung dalam makanan yang digoreng. Tak hanya itu, beberapa keturunan acidophilus juga bisa mengurangi kadar kolesterol, mengontrol infeksi jamur candida albicans, meringankan diare dan meringankan konstipasi atau sembelit. Yoghurt yang baik adalah yoghurt yang berasal dari susu segar yang mengandung jutaan bakteri baik, tigak mengandung banyak gula, pewarna, perasa buatan dan pengawet.
SUSU
Kandungan nutrisi susu sangat lengkap dan yang paling utama adalah kalsium. Kalsium membuat tulang kuat dan sehat sehingga postur tubuh tetap tegap, sehingga membuat kita terlihat awet muda. Nutrisi lain yang memperkaya susu yaitu protein yang bermanfaat untuk perkembangan otak dan otot, vitamin A untuk kesehatan mata, tulang dan kulit, vitamin B12 untuk kesehatan sistem syaraf, vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium, potasium yang membantu pengaturan keseimbangan cairan tubuh serta tekanan darah, fosfor untuk kekuatan tulang, dan niacin yang membantu enzim-enzim tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.
OATMEAL

SEAFOOD

COKELAT

TEH
Teh hijau mengandung kadar flavonoid tinggi sehingga dapat menurunkan dan mengurangi jumlah LDL yang menempel pada dinding arteri. Teh juga banyak mengandung phytochemical aktif yang disebut catechin. Teh hijau juga mampu mengurangi kemungkinan tumbuhnya sel kanker.
Tak selamanya yang buruk itu jahat. Radikal bebas memang merusak molekul sel lain yang mengakibatkan rusaknya struktur sel dan juga DNA yang menjadi rusak, mati atau bermutasi. Namun ternyata, dalam kadar tertentu radikal bebas diperlukan tubuh sebagai alat pertahanan.
Sel darah putih membutuhkan radikal bebas untuk menghancurkan dan memakan kuman yang masuk ke tubuh. Karena itu, radikal bebas tidak perlu ditumpas habis.
Sebaliknya, kelebihan antioksidan pun berbahaya bagi tubuh karena dapat mengganggu peran radikal bebasa sebagai pembantu sel darah putih . Namun hingga saat ini belum diketahui berapa kadar aman radikal bebas dan antioksidan yang diperlukan tubuh. Yang penting adalah menjaga keseimbangan zat-zat penunjang kerja organ tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Source : Fit Magazine, July 2007 dengan berbagai perubahan
0 komentar:
Posting Komentar